Dampak Hidrologis Hutan, Agroforestri, Dan Pertanian Lahan Kering Sebagai Dasar Pemberian Imbalan Kepada Penghasil Jasa Lingkungan Di Indonesia.

Abstract

Fungsi daerah aliran sungai (DAS) dan bagaimana fungsi tersebut dipengaruhi oleh ’pembangunan’ banyak diperdebatkan serta menjadi perhatian berbagai pihak. Namun sesungguhnya, banyak cara yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah-masalah tersebut yaitu melalui kombinasi hutan, agroforestry, dan pertanian lahan kering. Persepsi yang sama (kriteria dan indikator) tentang masalah yang akan dipecahkan perlu dimiliki. Sebagai contoh, pendekatan GNRHL, di satu sisi bertujuan untuk mengamankan lingkungan, tetapi bila tidak dilaksanakan dengan benar bahkan dapat menyia-nyiakan peluang partisipasi penduduk lokal. Untuk mendukung pengelolaan lahan dapat dilakukan dengan menanam pohon yang dapat memberikan keuntungan bagi penduduk lokal dan sekaligus dapat mencapai tujuan nasional berupa pengamanan lingkungan. Perlu dipastikan agar pihak lain di luar masyarakat penghasil jasa dapat memberikan pengakuan dan penghargaan secara transparan, efektif dan memihak kepada petani miskin.


Citation
F. Agus and van Noordwijk, M., Dampak Hidrologis Hutan, Agroforestri, Dan Pertanian Lahan Kering Sebagai Dasar Pemberian Imbalan Kepada Penghasil Jasa Lingkungan Di Indonesia. Bogor, Indonesia: World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office, RUPES and ASB-Indonesia, 2005, p. 149.

Authors
Agus, F; van Noordwijk, M; @cgiar.org, asb;
Publications Details
Publication Type: Book
Year Published: 2005